MAKALAH
DASAR-DASAR AGRONOMI
POLA TANAM

NURLIAH
( 2051211039)
YONATAHAN HARI MEIRANDA (2051211059)
YONATAHAN HARI MEIRANDA (2051211059)
JURUSAN AGRIBISNIS 3A
FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN, DAN BIOLOGI
UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
2013
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tanam adalah menanam sesuatu yang
bisa hidup yang disesuaikan dengan daerah kondisi dan ligkungan serta keadaan
sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang menguntungkan minimal bagi pribadi
yang menanam. Pola tanam adalah usaha penanaman pada sebidang lahan dengan
mengatur susunan tata letak dan tata urutan tanaman selama periode waktu
tertentu, termasuk masa pengolahan tanah dan masa baru atau tidak ditanam
selama periode tertentu. Sedangkan pemulsaan adalah suatu teknik untuk menjaga
tetapnya suhu tanah di sekitar akar tanaman, menahan uap air dalam tanah,
mencegah erosi, dan menghilangkan tumbuhnya gulma dan penyakit. Didalam pola
tanam terdapat berbagai jenis yaitu tumpangsari, monokultur dan pola tanam
bergilir.
Pola tanam adalah
merupakan suatu urutan tanam pada sebidang lahan dalam satu tahun, termasuk
didalamnya masa pengolahan tanah. Pola tanam merupakan bagian atau sub sistem
dari sistem budidaya tanaman, maka dari sistem budidaya tanaman ini dapat
dikembangkan satu atau lebih sistem pola tanam. Pola tanam ni diterapkan dengan
tujuan memanfaatkan sumber daya secara optimal dan untuk menghindari resiko
kegagalan. Namun yang penting persyaratan tumbuh antara kedua tanman atau lebih
terhadap lahan hendaklah mendekati kesamaan.
Pola tanam di daerah tropis, biasanya disusun selama satu tahun dengan
memperhatikan curah hujan, terutama pada daerah atau lahan yang sepernuhnya
tergantung dari hujan.Makan pemilihan jenis/varietas yang ditamanpun perlu
disesuaikan dengan keadaan air yang tersedia ataupun curah hujan.
Pola tanam terbagi dua yaitu pola tanam monokultur dan pola tanam
polikultur.Pertanian monokultur adalah pertanian dengan menanam tanaman
sejenis.Misalnya sawah ditanami padi saja, jagung saja, atau kedelai
saja.Tujuan menanam secara monokultur adalah meningkatkan hasil pertanian.
Sedangkan pola tanam polikultur ialah pola pertanian dengan banyak jenis
tanaman pada satu bidang lahan yang terusun dan terencana dengan
menerapkan aspek lingkungan yang lebih baik.
Pengetahuan mengenai pola tanam sangat perlu bagi petani. Sebab dari usaha
tani yang dilakukan, diharapkan dapat mendatangkan hasil yang maksimal.
Tidak hanya hasil yang menjadi objek, bahkan keuntungan maksimum dapat didapat
dengan tidak mengabaikan pengawetan tanah dan menjaga kestabilan kesuburan
tanah.
1.2 Rumusan
Masalah
1) Apa yang
dimaksud dengan pola tanam ?
2) Apa
perbedaan pola tanam polikultur dan monokultur ?
3) Bagaimana
peran mulsa bagi tanaman ?
1.3 Tujuan
1) Untuk
mengetahui pengertian pola tanam
2) Untuk
mengetahui pengertian pola tanam monokultur dan polikultur
3) Untuk
mengetahui faktor yang mempengaruhi pola tanam
4) Untuk
mengetahui syarat yang harus diperhatikan dalam pola tanam
5) Untuk
mengetahui pengertian, fungsi, dan macam-macam mulsa
6) Untuk
mengetahui kekurangan dan kelebihan bahan jenis mulsa
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Tanam
Tanam adalah menempatkan bahan tanam
berupa benih atau bibit pada media tanam baik media tanah maupun media bukan
tanah dalam suatu bentuk pola tanam(Vincent, 1996).
Tanam adalah menanam sesuatu yang
bisa hidup yang disesuaikan dengan daerah kondisi dan ligkungan serta keadaan
sehingga dapat menghasil kan sesuatu yang menguntungkan minimal bagi pribadi
yang menanam( Setjanata, 1983 ).
2.2
Pengertian pola tanam
Pola tanam adalah penyusunan cara
dan saat tanaman dari jenis-jenis tanaman yang akan ditanam berikutnya pada
waktu-waktu kosong pada sebidang lahan tertentu (Novitan, 2002).
Pola tanam adalah usaha penanaman
pada sebidang lahan dengan mengatur susunan tata letak dan tata urutan tanaman
selama periode waktu tertentu, termasuk masa pengolahan tanah dan masa baru
atau tidak ditanam selama periode tertentu (Campbell, 2002).

2.3 Pola
Tanam Monokultur
Pertanaman tunggal atau monokultur
adalah salah satu cara budidaya di lahan pertanian dengan menanam satu jenis
tanaman pada satu areal. Kekurangan pola tanam ini adalah pola tanam monokultur
memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih besar daripada pola tanam lainnya.
Hal ini disebabkan karena tidak adanya persaingan antar tanaman dalam
memperebutkan unsur hara maupun sinar matahari, akantetapi pola tanam lainnya
lebih efisien dalam penggunaan lahan karena nilai LER lebih dari 1. Kelebihan
pola tanam ini yaitu teknis budidayanya relatif mudah karena tanaman yang
ditanam maupun yang dipelihara hanya satu jenis. Namun, di sisi lain, Kelemahan
sistem ini adalah tanaman relatif mudah terserang hama maupun penyakit(
Setjanata, 1983 ).


2.4 Pola
Tanam Polikultur
Polikultur adalah penanaman serentak
dua jenis tanaman atau lebih dalam barisan berseling-seling pada sebidang
tanah. Kelebihan dari pola tanam ini salah satunya yaitu dapat mengurangi
serangan OPT (pemantauan populasi hama), karena tanaman yang satu dapat
mengurangi serangan OPT lainnya. Misalnya bawang daun dapat mengusir hama
aphids dan ulat pada tanaman kubis karena mengeluarkan bau allicin. Sedangkan
kekurangannya yaitu terjadi persaingan unsur hara antar tanaman(Semeru, 1995).


v Keuntungan dan
kelebihan pola tanam polikultur
Keuntungan pola
tanam polikultur
adalah sebagai berikut :
1)
Dapat
mengurangi serangan organisme pengganggu tanaman (pemantauan populasi hama),
karena tanaman yang satu dapat mengurangi serangan organisme pengganggu tanaman
lainnya. Misalnya bawang daun dapat mengusir hama aphids dan ulat pada tanaman
kubis karena mengeluarkan bau allicin,
2)
Mampu
menambah kesuburan tanah. Hal ini dapat di lakukan dengan menanam tanaman dari
family leguminosa atau sejenis kacang-kacangan- yang memiliki kandungan unsur N
(nitrogen) dalam tanah karena adanya bakteri Rhizobium yang terdapat dalam
bintil akar. Dengan menanam yang mempunyai perakaran berbeda, misalnya tanaman
berakar dangkal ditanam berdampingan dengan tanaman berakardalam, tanah
disekitarnya akan lebih gembur.
3)
Siklus
hidup hama atau penyakit dapat terputus, karena sistem ini dibarengi dengan
rotasi tanaman sehingga dapat memutus siklus organism pengganggu tanaman,
4)
Salah
satu keuntungan yang lain dari pola tanam polikultur ini adalah memperoleh
hasil panen yang beragam. Penanaman lebih dari satu jenis tanaman akan menghasilkan
panen yang beragam. Ini menguntungkan karena bila harga salah satu komoditas
rendah, dapat ditutup oleh harga komoditas lainnya.
v Kekurangan sistem pola
tanam polikultur adalah sebagai berikut :
1)
Terjadinya persaingan
dalam mendapatkan dan menggunakan unsur hara antar tanaman dalam tanah,
2)
Organisme pengganggu
tanaman banyak, sehingga sulit dalam pengendaliannya dan memerlukan biaya yang
lebih mahal.
2.5
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pola Tanam
Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi pola tanam , yaitu :
Iklim , dimana pada keadaan musim hujan dan kemarau akan berpengaruh pada persediaan air untuk tanaman dimana pada msim hujan maka persediaan air untuk tanaman berada dalam jumlah yang besar, sebaliknya pada musim kemarau persediaan air akan menurun.
Iklim , dimana pada keadaan musim hujan dan kemarau akan berpengaruh pada persediaan air untuk tanaman dimana pada msim hujan maka persediaan air untuk tanaman berada dalam jumlah yang besar, sebaliknya pada musim kemarau persediaan air akan menurun.
Topografi , merupakan letak atau
ketinggian lahan dari permukaan air laut yang berpengaruh terhadap suhu dan
kelembaban udara dimana keduanya mempengaruhi pertumbuhan tanaman.Debit Air
yang Tersedia , dimana debit air pada musim hujan akan lebih besar dibandingkan
pada musim kemarau, sehingga haruslah diperhitungkan apakah debit saat itu
mencukupi jika akan ditanam suatu jenis tanaman tertentu.
Jenis tanah , yaitu tentang keadaan fisik , bioligis dan kimia tanaman.
Sosial ekonomi , dalam usaha pertanian faktor ini merupakan faktor yang sulit untuk dirubah sebab berhubungan dengan kebiasaan petani dalam menanam suatu jenis tanaman( Setjanata, 1983 ).
Jenis tanah , yaitu tentang keadaan fisik , bioligis dan kimia tanaman.
Sosial ekonomi , dalam usaha pertanian faktor ini merupakan faktor yang sulit untuk dirubah sebab berhubungan dengan kebiasaan petani dalam menanam suatu jenis tanaman( Setjanata, 1983 ).
2.6 Syarat
yang harus diperhatikan dalam Pola Tanam
Beberapa syarat yang harus
diperhatikan dalam penyusunan pola tanam atau usahatani yaitu : Ketersediaan
air yang menyangkup waktu dan lamanya ketersediaan yang tergantung padakinerja
air irigasi serta pola distribusi dan jumlah hujan.
Keadaan tanah yang meliputi sifat fisik, kimia serta bentuk permukaan tanah.
Tinggi tempat dari permukaan laut, terutama sehubungan dengan suhu udara, tanah dan ketersediaan air.
Keadaan tanah yang meliputi sifat fisik, kimia serta bentuk permukaan tanah.
Tinggi tempat dari permukaan laut, terutama sehubungan dengan suhu udara, tanah dan ketersediaan air.
Eksistensi hama dan penyakit tanaman
yang bersifat kronis dan potensial.
Ketersediaan dan aksesibilitas bahan tanaman yang meliputi jenis dan varietas menurut agroekosistem dan toleransi terhadap jasad pengganggu. Aksesibilitas dan kelancaran pemasaran hasil produksi dengan dukungan infrastruktur dan potensial yang memadai(Beets, 1982).
Ketersediaan dan aksesibilitas bahan tanaman yang meliputi jenis dan varietas menurut agroekosistem dan toleransi terhadap jasad pengganggu. Aksesibilitas dan kelancaran pemasaran hasil produksi dengan dukungan infrastruktur dan potensial yang memadai(Beets, 1982).
2.7
Pengertian Mulsa
Mulsa adalah bahan atau material
penutup tanah pada tanaman budidaya yang banyak digunakan petani pada area yang
terbatas maupun perkebunan dengan areal yang luas (Tim Dosen, 2013).
Mulsa adalah material penutup
tanaman budidaya yang dimaksudkan untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan
pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga membuat tanaman tersebut tumbuh dengan
baik. Mulsa adalah sebuah pelindung yang menutupi membusuk materi sayuran
menyebar untuk mengurangi penguapan dan erosi tanah tutup pelindung, pelindung,
perlindungan – penutup yang berniat untuk melindungi dari kerusakan atau
cedera; “mereka tidak memiliki perlindungan dari kejatuhan”; “lilin memberikan
perlindungan untuk lantai (Farlex, 2010 ).


2.8 Fungsi
Mulsa
Mulsa digunakan untuk menjaga
kelembaban tanah, mengurangi fluktuasi suhu tanah, menekan pertumbuhan gulma
yang dapat mengganggu tanaman budidaya, dan untuk mencegah buah agar tidak
langsung menyentuh tanah karena apabila menyentuh tanah buah akan busuk
sehingga produksi menurun (Acquaah, 2005 ).
2.9
Macam-macam Mulsa
Mulsa dibedakan menjadi dua macam
dilihat dari bahan asalnya, yaitu mulsa organik dan anorganik.
1. Mulsa organik berasal dari
bahan-bahan alami yang mudah terurai seperti sisa-sisa tanaman seperti jerami
dan alang-alang. Mulsa organik diberikan setelah tanaman /bibit ditanam.
Keuntungan mulsa organik adalah dan lebih ekonomis (murah), mudah didapatkan,
dan dapat terurai sehingga menambah kandungan bahan organik dalam tanah. Contoh
mulsa organik adalah jerami, ataupun cacahan batang dan daun dari tanaman jenis
rumput-rumputan lainnya.

2. Mulsa anorganik terbuat dari
bahan-bahan sintetis yang sukar/tidak dapat terurai. Contoh mulsa anorganik
adalah mulsa plastik, mulsa plastik hitam perak atau karung. Mulsa anorganik
dipasang sebelum tanaman/bibit ditanam, lalu dilubangi sesuai dengan jarak
tanam. Mulsa anorganik ini harganya relatif mahal, terutama mulsa plastik hitam
perak yang banyak digunakan dalam budidaya cabai atau melon. fungsi mulsa
plastik ini dapat memantulkan sinar matahari secara tidak langsung untuk
menghalau hama tungau, thrips dan apahid, selain itu mulsa plastik digunakan
dengan tujuan menaikkan suhu dan menurunkan kelembapan di sekitar tanaman serta
dapat menghambat munculnya penyakit yang disebabkan oleh bakteri(Acquaah, 2005
).

2.10 kekurangan
dan kelebihan bahan jenis mulsa
- Mulsa organik
Kelebihan :
a. Dapat diperoleh secara bebas/gratis
b. memiliki efek menurunkan suhu tanah
c. mengonservasi tanah dengan menekan erosi
d.dapat
menghambat pertumbuhan gulma dan menambahkan unsur hara organik untuk tanah
e. Mengurangi dampak lingkungan (global
warming)
Kelemahan :
a. tidak dapat tersedia setiap saat (hanya
pada saat panen padi)
b. hanya tersedia di sekitar tempat budidaya
padi,tebu,dan sebagainya
c. untuk sekali musim tanam
2. Mulsa anorganik
Kelebihan :
a. dapat diperoleh setiap saat
a. dapat diperoleh setiap saat
b. memiliki efek yang beragam terhadap suhu tanah
tergntung jenis plastik
c. dapat menekan erosi
d. mudah diangkut, sehingga mudah untuk dibawa
e. menekan pertumbuhan gulma
f. dapat digunakan lebih dari satu kali musim tanam
(tergantung perawatan)
Kekurangan :
a. tidak memiliki efek menambah unsur hara karena
sifat yang susah terurai
b. harga relatif mahal
c. potensi untuk menaikan suhu sekitar (global
warming) tinggi.
2.11 Macam –macam teras
1) Teras datar untuk lahan dengan
kemiringan 0-3 %

2) Teras guludan / teras pematang untuk
lahan dengan kemiringan 10-15%, tujuan untuk mengurangi kecepatan air

3) Teras kridit : memotong lereng untuk menahan air dari bagian atas lereng
dan mengalirkan air melalui saluran pembuang dalam kecepatan yang tidak merusak,
untk lahan dengan kemirngan 3-10%

4) Teras bangku untuk lahan dengan kemiringan 10-30%, berfungsi untuk mencegah
erosi pada kemiringah tanah

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tanam adalah menanam sesuatu yang
bisa hidup yang disesuaikan dengan daerah kondisi dan ligkungan serta keadaan
sehingga dapat menghasil kan sesuatu yang menguntungkan minimal bagi pribadi
yang menanam. Sedangkan pola tanam adalah penyusunan cara dan saat tanaman dari
jenis-jenis tanaman yang akan ditanam berikutnya pada waktu-waktu kosong pada
sebidang lahan tertentu. Pola tanam ada tiga yaitu pola tanam monokultur, pola
tanam campuran, pola tanam bergilir. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola tanam
yaitu ketersediaan air dalam satu tahun, prasarana yang tersedia dalam lahan
tersebut, jenis tanah setempat, kondisi umum daerah tersebut, dan kebiasaan dan
kemampuan petani setempat. Sedangkan syarat yang harus dipenuhi dalam pola
tanam adalah awal tanam dan jenis tanaman.








DAFTAR
PUSTAKA
Sugito, Y.1994.Dasar-dasar
Agronomi. Malang : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya,
Salisbury Frank.B and Ross Cleon.W (1995). Fisiologi
Tumbuhan. Bandung : Penerbit ITB
Andry Harits (1999). Petunjuk Penggunaan Mulsa.
Jakarta : Penebar Swadaya.
Ruijter, J. dan F. Agus. Purwowidodo (1982). 2004. Mulsa. http://www.worldagroforestry.org.[15
Desember 2012]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar